Menu

Dark Mode
PDIP Jateng Angkat Bicara Soal OTT Bupati Sukoharjo, Tekankan Hormati Proses Hukum Siapa Brigjen Wahyo Yuniartoto? Biodata Singkat Anggota TNI yang Viral: Asal, Pendidikan, dan Karier Kronologi wanita robohkan rumah dinas Bea Cukai Surabaya dengan ekskavator! Petani Tuban Minta Maaf Atas Unggahan Drone yang Viral Polisi tangkap konglomerat Tan Kian, pernah diperiksa Kejagung terkait Asabri Kronologi Pria Tersengat Listrik Saat Curi Kabel, Dihentikan Warga Sebelumnya

Opini

Petani Tuban Minta Maaf Atas Unggahan Drone yang Viral

badge-check

Petani Tuban Minta Maaf Atas Unggahan Drone yang Viral Perbesar



Budianto, direktur PT Bina Tani Makmur Jombang sekaligus pengunggah video petani terbang menggunakan drone, menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Pernyataan ini disampaikannya di Mapolsek Kabuh Jombang dengan didampingi oleh petugas kepolisian.

Ia menjelaskan bahwa video tersebut tidak dibuat di wilayah Kabuh, Kabupaten Jombang. “Perkenalkan saya atas nama Budianto biasa disebut di akun TikTok @mbahkaruhon mengklarifikasi bahwa saya mengunggah petani naik drone tersebut bukan dibuat di wilayah Kabuh, Jombang,” ujarnya dalam videonya.

Budianto menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan video yang ia unggah. Ia berjanji untuk tidak mengulangi tindakan tersebut. “Atas kegaduhan video tersebut, saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat di mana pun berada. Dan akan saya sampaikan kepada mitra saya bahwa hal tersebut sangat berbahaya, serta tidak akan mengulanginya lagi,” katanya.

Hanya Iseng

Sebelumnya, Budianto memberikan klarifikasi terkait video yang telah ia unggah di TikTok. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut murni merupakan konten media sosial, bukan sarana transportasi harian pekerja.

Video tersebut diambil di area perkebunan di wilayah Merakurak, Kabupaten Tuban. Saat itu, ia dan petani hanya ingin menguji kekuatan drone tersebut. “Itu sebenarnya iseng-iseng saja buat lucu-lucuan. ‘Eh coba, coba ini angkut aku, kuat enggak?’ Ternyata diangkat ya bisa karena berat pekerja sekitar 60–70 kg. Tapi itu hanya konten, aslinya tidak diperbolehkan untuk mengangkut orang,” ujar Pak Budi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/7).

Sosok yang terbang menggunakan drone tersebut merupakan kepala area sekaligus mitra kerjanya.

Penggunaan Drone

Perusahaan milik Budianto mendapat panggilan untuk menggarap lahan yang belum pernah ditanami di wilayah Merakurak, Tuban. Namun, lokasinya yang berada di pinggir laut membuat area tersebut berlumpur dan sulit diakses kendaraan biasa.

Sulitnya akses jalan menuju lahan memaksa Budianto mencari alternatif teknologi agar proses logistik pertanian tetap berjalan. Akhirnya, ia mendapatkan ide memanfaatkan drone yang dimilikinya untuk memindahkan logistik perkebunan.

Drone Dimodifikasi

Drone yang biasanya digunakan untuk menyemprotkan air atau pestisida tersebut dimodifikasi oleh Budianto. Tandon air serta mesin kompresor dilepas sementara agar bobot pesawat nirawak itu lebih ringan.

“Nah, itu kita modifikasi, kita copot, ya kita copot tandon airnya, ya kita modifikasilah nanti untuk dikasih dikasih tampar, tali tambang, untuk ngikat pupuk atau bibit, gitu,” ujar Budi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Pemerintah Diminta Segera Umumkan Penjelasan Resmi untuk Hindari Kekacauan Publik

10 July 2026 - 13:40 WIB

Pendaftaran CPNS 2026: Informasi Terbaru BKN untuk Umum dan Sekolah Kedinasan

10 July 2026 - 09:35 WIB

Trending on Opini