
Tanjab Barat

Terkait ada pemberitaan dari media online tentang Kepala Desa diduga Mark Up Anggaran revitalisasi jembatan gantung, Desa Rantau Benar. Kecamatan Renah Mandaluh. Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Provinsi Jambi.
Dugaan tersebut ada kemungkinan, karena saat media ini menelusuri lebih dalam tentang dugaan Mark Up anggaran revitalisasi jembatan gantung yang mengunakan anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2026.
Salah seorang masyarakat tidak dapat disebutkan nama nya karena ada berkaitan dengan kode etik jurnalistik, masyarakat tersebut, ianya sanggup untuk bersaksi tentang Kinerja Nyalim Kades.
Ianya mengatakan setelah membaca berita dari media online, berita tertulis ini benar, nominal anggaran yang tertulis di Rincian Anggaran Belanja (RAB) sangat jauh berbeda dengan yang ada dibelanjakan untuk revitalisasi jembatan gantung.

Saya sangat yakin, kinerja kades jika di telusuri dari awal mula ia mengunakan anggaran, hingga saat ini, sudah dipastikan ada penyelewengan anggaran, itu bukan dugaan lagi, saya sangat yakin sekali, katanya.
Dilanjutnya, Kalau para awak media ingin tahu lebih dalam lagi, coba ditanyakan Kadus yang ada peran sebagai Tim Pelaksana Kerja (TPK) apakah Kadus ada dilibatkan untuk pekerjaan di Desa, Kadus cuma sebagai simbol saja, cetusnya dengan penuh marah.

Salah seorang media juga mengatakan, berberapa hari lalu pernah konfirmasi terkait Revitalisasi jembatan gantung yang di Mark Up Kades, Kades mengakui memang ada sedikit Mark Up, seperti besi Plat untuk lantai jembatan, sebenarnya diperlukan 4 keping, tapi cuma 2 keping yang di belanjakan Kades, kalau tidak saya bikin seperti itu, mana untuk uang rokok kawan-kawan, akui Kades.
Masyarakat berharap kepada awak media yang menulis, jangan percaya dengan kata Kades, sampaikan berita yang tertulis kepada Aparat Penegak Hukum (APH) biar Hukum yang menindak kesalahan Kades selama ini telah mengambil keuntungan dari masyarakat.
Nyalim Kepala Desa saat dikonfirmasi oleh media ini, Jum’at 26/06/2026, ianya mengatakan untuk mencari kebenaran diduga demi keselamatan kebohongan yang terungkap, berita dari media online itu simpang siur, tidak ada keslahan di situ, apa lagi untuk Mark Up, karena pekerjaan belum selesai, Kadis PMD Tanjab Barat sudah saya telpon, semua sudah saya jelaskan kepada M. Nasir Kadis PMD, katanya, ‘(TEAM)

















